BINJAI – Pemerintah Kota (Pemko) Binjai memajang berbagai hasil pembangunan dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) selama 2009.
Dalam ajang Pameran Pembangunan 2009 itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar (Disperindagsar) Kota Binjai tak ketinggalan memamerkan Gedung Sky Cross yang hingga kini belum beroperasi. Dinas Perhubungan (Dishub) juga tak mau kalah dengan memamerkan penyediaan pengadaan rambu-rambu lalu lintas, sedangkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) memajang hasil perbaikan Jalan Perintis Kemerdekaan.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) memperlihatkan sejumlah rumah sakit umum yang naik kelas dari tipe C ke B.Dalam pameran itu seluruh instansi Pemko Binjai juga memaparkan program kerja mereka ke depan. Pameran itu sendiri dibuka Wakil Wali Kota Binjai Anhar A Monel di Gedung Olahraga Binjai kemarin. Pameran yang digelar selama tiga hari (17–19 November) itu turut dihadir unsur Muspida Kota Binjai.
Dalam kesempatan itu, Anhar menyatakan,pameran pembangunan digelar sebagai wujud kecintaan Pemko Binjai untuk menunjukkan program kerja dan kemajuankemajuan pembangunan yang sudah dilakukan selama setahun ini. “Dengan dibuatnya pameran pembangunan ini,artinya apa yang dicita-citakan pahlawan untuk memerdekakan bangsa berhasil di Binjai. Sebab,kami ingin menunjukkan kemajuan-kemajuan di Kota Binjai kepada masyarakat,”ujarnya.
Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemko Binjai Asnawi menambahkan, ajang pameran ini sedikitnya diikuti 34 stan, yang terdiri atas 30 stan milik instansi Pemko Binjai dan sisanya milik swasta. Dia menambahkan,Pemko Binjai setiap tahun selalu menggelar pameran pembangunan sebagai ajang promosi untuk memperkenalkan pembangunan di Binjai kepada masyarakat.
Begitu juga BUMN dan BUMD harus pula memanfaatkan pameran pembangunan sebagai ajang sosialisasi sehingga masyarakat mengenal tentang kegiatan dan produk yang mereka hasilkan. “Pameran pembangunan ini bertujuan menunjukkan kepada masyarakat tentang pembangunan yang sudah dilaksanakan Pemko Binjai pada 2009.
Warga dapat melihat proyek-proyek yang sudah, sedang, dan akan dikerjakan. Karena itu, masyarakat sekarang sudah kritis menyangkut proyekproyek yang dibangun dari uang rakyat,”tandasnya. (Sumber: Seputar Indonesia tanggal 171109) |
|