SOLO – Wisata museum di Kota Solo mulai digarap dan dibangkitkan secara serius setelah selama ini terpinggirkan dibanding wisata lain, seperti wisata belanja.
Penggarapan ini dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang segera menelurkan aturan yang mewajibkan setiap sekolah mewajibkan siswanya untuk mengunjungi museum. “Iya,museum di Solo itu sebenarnya banyak lho.Saya sudah buat surat ke mereka untuk bersama-sama meningkatkan kunjungan wisata. Kami akan libatkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdipora) agar anak sekolah juga belajar di museum.Kami wajibkan ada kunjungan museum,” papar Wali Kota Solo Joko Widodo kemarin.
Ia menerangkan, keberadaan museum sebenarnya tidak hanya sebatas tempat untuk berwisata, tapi juga bisa menjadi tempat pembelajaran bagi masyarakat termasuk siswa.“Yang namanya belajar itu tidak melulu harus di sekolah. Itu (museum) juga bisa menjadi tempat pembelajaran luar kelas mengenai intangible heritage,”ujarnya. Hal senada disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo Purnomo Subagyo. Pihaknya telah melakukan rapat bersama para pengelola museum serta perwakilan dari Disdikpora terkait upaya meningkatkan kunjungan museum.”Upayanya meminta Disdikpora untuk mengarahkan siswa mengunjungi museum,”ujarnya.
Purnomo menyebut, saat ini jumlah museum di Kota Bengawan sudah cukup banyak, di antaranya Museum Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran. Di samping itu, Solo memiliki museum pertama di Indonesia yakni Radyapustaka. Nama terakhir ini sangat dikenal lantaran beberapa koleksinya sempat hilang. (sumber: Seputar Indonesia, 080210) |
|