|

Buku Dokumentasi Best Practice Kota-Kota Jilid 1 ini memuat 14 program yang dikumpulkan sejak tahun 2003 hingga awal tahun 2004. Adapun program-program tersebut berasal dari Kota Medan, Tarakan, Bekasi, Denpasar, Balikpapan, Blitar, Palu, Bogor, Samarinda, dan Tangerang.
Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang lahir pada masa desentralisasi sangat jelas bersikap bahwa otonomi dan pemberdayaan daerah adalah langkah tepat untuk memajukan bangsa. Otonomi telah memunculkan praktik-praktik inovatif yang dilakukan oleh pemerintah daerah (pemda) dalam memberikan pelayanan terbaik kepada warganya. Praktik inovasi ini biasa disebut sebagai best practice. Berhasil atau tidak otonomi daerah bisa diukur dari banyaknya best practice yang berhubungan perwujudan prinsip-prinsip good governance. Mempromosikan best practice adalah sebuah target dalam aktivitas Apeksi. Best Practice yang dokumentasikan adalah praktik inovasi yang melibatkan stakeholders dalam menyelesaikan permasalahan kota, berguna bagi kepentingan orang banyak serta bersifat sustainable dan transferable. Pendokumentasikan ini berguna untuk: a. Memberi inspirasi dan mendorong kota-kota untuk membuat program terbaik dan inovatif; b. Mendorong proses demokratisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah; c. Menyediakan informasi bagi pemda dan pihak lain; d. Memudahkan pemda di Indonesia untuk saling tukar-menukar pengalaman dalam memecahkan masalah. DOKUMENTASI BEST PRACTICE KOTA-KOTA Jilid 1 Daftar Isi 1. Kesawan Square – Kota MEDAN 2. Tarif Dasal Listrik (TDL) – Kota TARAKAN 3. Dana Abadi – Kota TARAKAN 4. Reduksi Kemacetan Lalu Lintas – Kota BEKASI 5. Transparansi Pengendalian Bangunan Melalui Sistem Komputerisasi – Kota DENPASAR 6. Manajemen Kependudukan – Kota BALIKPAPAN 7. Program Terpadu Pembinaan Usaha Kecil dan Menengah – Kota BLITAR 8. Block Grant Untuk Pembangunan Kecamatan – Kota BLITAR 9. Pemanfaatan Pekarangan Menjadi Lahan Produktif – Kota BLITAR 10. Relokasi Permukiman Kumuh di Pesisir Pantai – Kota PALU 11. Penanganan PKL Melalui Desentralisasi Pengelolaan Pasar – Kota PALU 12. Garda Emas Model Program Pengentasan Kemiskinan – Kota BOGOR 13. Penerapan Anggaran Kinerja – Kota SAMARINDA 14. Pengelolaan Sampah Organik – Kota TANGERANG |