|
 Buku Dokumentasi Best Practice Kota-Kota Jilid 2 ini memuat 12 program yang dikumpulkan dari kota-kota di Indonesia sejak tahun 2004 hingga awal tahun 2005. Adapun program-program tersebut berasal dari Kota Jakarta Barat, Yogyakarta, Kendari, Palembang, Metro, Surabaya, Pontianak, dan Ternate.
Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang lahir pada masa desentralisasi sangat jelas bersikap bahwa otonomi dan pemberdayaan daerah adalah langkah tepat untuk memajukan bangsa. Otonomi telah memunculkan praktik-praktik inovatif yang dilakukan oleh pemerintah daerah (pemda) dalam memberikan pelayanan terbaik kepada warganya. Praktik inovasi ini biasa disebut sebagai best practice. Berhasil atau tidak otonomi daerah bisa diukur dari banyaknya best practice yang berhubungan perwujudan prinsip-prinsip good governance. Mempromosikan best practice adalah sebuah target dalam aktivitas Apeksi. Best Practice yang dokumentasikan adalah praktik inovasi yang melibatkan stakeholders dalam menyelesaikan permasalahan kota, berguna bagi kepentingan orang banyak serta bersifat sustainable dan transferable. Pendokumentasikan ini berguna untuk: a. Memberi inspirasi dan mendorong kota-kota untuk membuat program terbaik dan inovatif; b. Mendorong proses demokratisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah; c. Menyediakan informasi bagi pemda dan pihak lain; d. Memudahkan pemda di Indonesia untuk saling tukar-menukar pengalaman dalam memecahkan masalah. DOKUMENTASI BEST PRACTICE KOTA-KOTA Jilid 2 Daftar Isi 1. Segenggam Harapan Pada Pelebaran Jalan – Kota JAKARTA BARAT 2. Pengelolaan Lampu Penerangan Jalan Umum – Kota YOGYAKARTA 3. SekBer Kartamantul, Inovatif Manajemen Pemerintahan Daerah – Kota YOGYAKARTA 4. Program Pembangunan Kota Kendari Berbasis Pendekatan Perencanaan Partisipatif – Kota KENDARI 5. Pelayanan Satu Atap – Kota KENDARI 6. Iwak Tempalo, Predator Jentik Nyamuk Aides Aegypti – Kota PALEMBANG 7. Pembangunan Kembali Kawasan Benteng Kuto Besak – Kota PALEMBANG 8. Penanganan PKL – Kota PALEMBANG 9. Pelebaran Jalan Untuk Masa Depan – Kota METRO 10. Pelaksanaan e-Procurement di Kota Surabaya – Kota SURABAYA 11. Budidaya Aloe Vera di Lahan Gambut – Kota PONTIANAK 12. Model Pembangunan Partisipatif – Kota TERNATE |
|